Fungsi Pendidikan Agama
Fungsi
Pendidikan Agama
Terutama Agama Islam
oleh Bagus Sukma
Agama sangatlah penting dalam kehidupan
manusia. Demikian pentingnya agama dalam kehidupan manusia, sehingga diakui
atau tidak sesungguhnya manusia sangatlah membutuhkan agama dan sangat
dibutuhkanya agama oleh manusia. Tidak saja di massa premitif dulu sewaktu ilmu
pengetahuan belum berkembang tetapi juga di zaman modern sekarang sewaktu ilmu
dan teknologi telah demikian maju.
Sebagaimana
halnya dengan dasar dan tujuan Pendidikan Agama Islam, maka fungsi yang
dikehendaki dalam pengajaran dan pendidikan agama Islam tidak pula terlepas
dari fungsi pendidikan nasional.
Manfaat
mempelajari ilmu agama yang utama yaitu selamat baik didunia maupun diakhirat,
kita menjadi lebih mengenal secara dalam ajaran islam, takut
melakukan perbuatan yang dilarang allah, selalu ingat kepada Allah sehingga
selalu menjalankan perintah allah dan menjauhi larangan allah.
Dalam
Undang-Undang Sisdiknas Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional Bab II
pasal 3 dijelaskan bahwa : “Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan
kemampuan serta meningkatkan mutu dan. martabat manusia dalam rangka upaya
mewujudkan tujuan nasional” (2003: 42)
Dengan demikian
dapat dipahami bahwa Pendidikan Agama Islam sebagai sub sistem pendidikan
nasional berfungsi untuk membentuk manusia Indonesia yang bermutu dan
bermartabat, khususnya dari sektor keagamaan, yaitu manusia yang menjunjung
tinggi nilai-nilai keagamaan dan keimanan yang berkualitas terhadap Tuhan Yang
Maha Esa. Selain itu berfungsi mengarahkan para mahasiswa untuk menjadi warga
masyarakat dan negara yang baik serta bertanggung jawab terhadap pelestarian
Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, asas-asas pembangunan nasional serta
pelestarian modal dasar pembangunan nasional yang merupakan keseluruhan sumber
kekuatan nasional baik yang efektif maupun potensial, yang dimiliki dan
didayagunakan bangsa Indonesia dalam pembangunan nasional.
Untuk
mengoperasionalkan fungsi-fungsi Pendidikan Agama Islam yang masih dalam bentuk
normatif dan ideal tersebut di atas, maka dalam pengimplementasiannya
dirumuskan fungsi-fungsi yang lebih aplikatif dalam bentuk kompetensi.
Maka kompetensi
Pendidikan Agama Islam di perguruan tinggi adalah untuk mengantarkan mahasiswa
agar:
a.
Menguasai
ajaran agama Islam dan mampu menjadikannya sebagai sumber nilai dan pedoman
serta landasan berfikir dan berprilaku dalam menerapkan ilmu dan profesi yang
dikuasainya.
b.
Menjadi “intellectual
capital” yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt., berakhlak mulia dan
berkepribadian Islami.
Demikian
kompetensi Pendidikan Agama Islam yang menjadi asas dalam usaha pendidikan
agama Islam di perguruan tinggi yang pada prinsipnya bermuara kepada upaya
pencapaian tujuan pendidikan nasional dan tujuan akhir pendidikan Islam.
Selain itu,
dalam hal fungsi M. Arifin yang dikutip oleh Nur Uhbiyanti (1998: 18)
mengemukakan pendapatnya, bahwa Pendidikan sebagai usaha membentuk pibadi
manusia harus melalui proses yang panjang, dengan resultat (hasil) yang
tidak dapat diketahui dengan segera, berbeda dengan membentuk benda mati yang
dapat dilakukan sesuai dengan keinginan pembuatnya. Dalam proses pembentukan
tersebut diperlukan suatu perhitungan yang matang dan hati-hati berdasarkan
pandangan dan pikiran-pikiran atau teori yang tepat, sehingga kegagalan atau
kesalahan-kesalahan langkah pembentuknya terhadap anak didik dapat dihindarkan.
Oleh karena itu, lapangan tugas dan sasaran pendidikan adalah makhluk yang
sedang tumbuh dan berkembang yang mengandung berbagai kemungkinan. Bila kita
salah membentuk, maka kita akan sulit memperbaikinya.
Pendidikan
Islam pada khususnya yang bersumberkan nilai-nilai agama Islam disamping
menanamkan atau membentuk sikap hidup yang dijiwai nilai-nilai tersebut, juga
mengembangkan kemampuan berilmu pengetahuan sejalan dengan nilai-nilai
Islam yang melandasinya adalah merupakan proses ikhtiariah yang secara
paedagogis mampu mengembangkan hidup anak didik kepada arah
kedewasaan/kematangan yang menguntungkan dirinya. Oleh karena itu, usaha
ikhtiariah tersebut tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan atas trial and
error (coba-coba) atau atas dasar keinginan dan kemauan pendidik tanpa
dilandasi dengan teori-teori kependidikan yang dapat dipertanggungjawabkan
secara paedagogis.
Islam sebagai
agama wahyu yang dturunkan oleh Allah dengan tujuan untuk mensejahterakan dan
membahagiakan hidup dan kehidupan umat manusia di dunia dan akhirat, baru dapat
mempunyai arti fungsional dan aktual dalam diri manusia bilamana dikembangkan
melalui proses kependidikan yang sistematis. Oleh karena itu, teori-teori
pendidikan Islam yang disusun secara sistematis merupakan kompas bagi proses
tersebut.
Bila kita
mengkaji ruang lingkup kependidikan Islam, mencakup segala bidang kehidupan
manusia di dunia dimana manusia mampu memanfaatkan sebagai tempat menanam
benih-benih amaliah yang buahnya akan dipetik di akhirat nanti. Maka pembetukan
sikap dan nilai-nilai amaliah dalam pribadi manusia baru dapat efektif
bilamana dilakukan melalui proses kependidikan yang berjalan di atas kaidah-kaidah
ilmu pengetahuan kependidikan.
Selain itu
juga, pendidikan agama Islam memberikan bahan-bahan informasi tentang
pelakasanaan Pendidikan Islam tersebut. Ia memberikan bahan masukan yang berupa
(Input) kepada ilmu ini, mekanisme proses kependidikan Islam dari
segi operasional dapat dipersamakan dengan proses mekanisme yang berasal dari
penerimaan in put (bahan masukan), lalu di proses dalam kegiatan pendidikan
(dalam bentuk kelembagaan atau nonkelembagaan yang disebut-truput).
Kemudian berakhir pada output (hasil yang yang diharapkan). Dari hasil
yang diharapkan itu timbul umpan balik (feed back) yang
mengoreksi bahan masukan (input). Mekanisme proses semacam ini
berlangsung terus selama proses kependidikan terjadi. Semakin banyak diperoleh
bahan masukan (input) dari pengalaman operasional itu, maka semakin
berkembang pula pendidikan agama Islam.
Di samping itu
juga, pendidikan agama Islam mengoreksi (korektor) terhadap kekurangan
teori-teori yang terdapat dalam ilmu pendidikan Islam itu sendiri. Sehingga kemungkinan
pertemuan antara teori dan praktek smakin dekat, dan hubungan antara keduanya
semakin bersifat interaktif (saling mempengaruhi).
Dengan
memperhatikan hal tersebut di atas, maka pendidikan agama Islam perlu
dipelajari setiap Muslim, sebab fungsi pendidikan agama Islam adalah
menyediakan segala fasilitas yang dapat memungkinkan tugas pendidikan tercapai
dan berjalan dengan lancar. Penyediaan fasilitas ini mengandung arti dan tujuan
yang bersifat struktural dan institusional.
Dalam hal ini
Asnelly (1995: 13) mengungkapkan bahwa Pendidikan Islam berfungsi sebagai
sarana atau alat untuk menyelamatkan manusia dari siksaan api neraka.
Dari uraian di
atas, fungsi Pendidikan Agama Islam, yaitu mengarahkan Pendidikan Islam agar
dapat mencapai tujuan dari hidup seorang Muslim yakni berserah diri
sepenuhnya kepada Allah, memberikan usaha-usaha pemupukan nilai-nilai luhur
Islam terhadap kehidupan seorang Muslim dan yang paling penting adalah fungsi
pendidikan agama Islam adalah membimbing, mengarahkan dan menuntun pendidik dan
peserta didik agar selalu berpedoman kepada dasar pendidikan Islam, yakni
Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Selain itu
sebagai bukti, fungsi pendidikan agama islam. Agama merupakan sumber moral
Manusia sangatlah memerlukan akhlaq atau moral, karena moral sangatlah penting dalam kehidupan. Moral adalah mustika hidup yang membedakan manusia dari hewan. Manusia tanpa moral pada hakekatnya adalah binatang dan manusia yang membinatang ini sangatlah berbahaya, ia akan lebih jahat dan lebih buas dari pada binatang buas sendiri.
Manusia sangatlah memerlukan akhlaq atau moral, karena moral sangatlah penting dalam kehidupan. Moral adalah mustika hidup yang membedakan manusia dari hewan. Manusia tanpa moral pada hakekatnya adalah binatang dan manusia yang membinatang ini sangatlah berbahaya, ia akan lebih jahat dan lebih buas dari pada binatang buas sendiri.
Tanpa moral kehidupan akan kacau balau, tidak saja kehidupan perseorangan tetapi juga kehidupan masyarakat dan negara, sebab soal baik buruk atau halal haram tidak lagi dipedulikan orang. Dan kalau halal haram tidak lagi dihiraukan. Ini namanya sudah maehiavellisme. Machiavellisme adalah doktrin machiavelli “tujuan menghalalkan cara kalau betul ini yang terjadi, biasa saja kemudian bangsa dan negara hancur binasa.
Ahmad Syauqi, 1868 – 1932 seorang penyair Arab mengatakan “bahwa keberadaan suatu bangsa ditentukan oleh akhlak, jika akhlak telah lenyap, akan lenyap pulalah bangsa itu”.
W.M. Dixo dalam “The Human Situation” menulis “ Agama betul atau
salah dengan ajarannya percaya kepada Tuhan dan kehidupan akherat yang akan
datang, adalah dalam keseluruhannya kalau tidak satu-satunya peling sedikit
kita boleh percaya, merupakan dasar yang paling kecil bagi moral”.
Dari tulisan W.M. Dixon di atas ini dapat diketahui bahwa agama merupakan sumber dan dasar (paling kuat) bagi moral, karena agama menganjurkan kepercayaan kepada Tuhan dan kehidupan akherat. Pendapat Dixon ini memang betul. Kalau orang betul beriman bahwa Tuhan itu ada dan Tuhan yang ada itu maha mengetahui kepada tiap orang sesuai dengan amal yang dikerjakannya, maka keimanan seperti ini merupakan sumber yang tidak kering-keringnya bagi moral. Itulah sebabnya ditegaskan oleh Rasulullah Saw. Yang artinya : ”Orang mukmin yang paling sempurna imanya ialah orang mukmin yang paling baik akhlaqnya” (Riwayat Tirmizi)
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pentingnya agama dalam kehidupan disebabkan oleh sangat diperlukannya moral oleh manusia, karena agama bersumber dari agama. Dan agama menjadi sumber moral, karena agama menganjurkan iman kepada Tuhan dan kehidupan akherat, dan selain itu karena adanya perintah dan larangan dalam agama.
Agama merupakan petunjuk kebenaran
Salah satu hal yang ingin diketahui oleh manusia ialah apa yang bernama kebenaran. Masalah ini masalah besar, dan menjadi tanda tanya besar bagi manusia sejak zaman dahulu kala. Apa kebenaran itu, dan dimana dapat diperoleh manusia dengan akal, dengan ilmu dan dengan filsafatnya ingin mengetahui dan mencapainya dan yang menjadi tujuan ilmu dan filsafat tidak lain juga untuk mencari jawaban atas tanda tanya besar itu, yaitu masalah kebenaran.
Salah satu hal yang ingin diketahui oleh manusia ialah apa yang bernama kebenaran. Masalah ini masalah besar, dan menjadi tanda tanya besar bagi manusia sejak zaman dahulu kala. Apa kebenaran itu, dan dimana dapat diperoleh manusia dengan akal, dengan ilmu dan dengan filsafatnya ingin mengetahui dan mencapainya dan yang menjadi tujuan ilmu dan filsafat tidak lain juga untuk mencari jawaban atas tanda tanya besar itu, yaitu masalah kebenaran.
Agama merupakan sumber informasi tentang masalah metafisika
Prof Arnoid Toynbee memperkuat pernyataan yang demikian ini. Menurut ahli sejarah Inggris kenamaan ini tabir rahasia alam semesta juga ingin di singkap oleh manusia. Dalam bukunya “An Historian’s Aproach to religion” dia menulis, “ Tidak ada satu jiwapun akan melalui hidup ini tanpa mendapat tantantangan-rangsangan untuk memikirkan rahasia alam semesta”.
Prof Arnoid Toynbee memperkuat pernyataan yang demikian ini. Menurut ahli sejarah Inggris kenamaan ini tabir rahasia alam semesta juga ingin di singkap oleh manusia. Dalam bukunya “An Historian’s Aproach to religion” dia menulis, “ Tidak ada satu jiwapun akan melalui hidup ini tanpa mendapat tantantangan-rangsangan untuk memikirkan rahasia alam semesta”.
Agama memberikan bimbingan rohani bagi manusia, baik dikala suka
maupun di kala duka
Hidup manusia di dunia yang pana ini kadang-kadang suka tapi kadang-kadang juga duka. Maklumlah dunia bukanlah surga, tetapi juga bukan neraka. Jika dunia itu surga, tentulah hanya kegembiraan yang ada, dan jika dunia itu neraka tentulah hanya penderitaan yang terjadi. Kenyataan yang menunjukan bahwa kehidupan dunia adalah rangkaian dari suka dan duka yang silih berganti.
Hidup manusia di dunia yang pana ini kadang-kadang suka tapi kadang-kadang juga duka. Maklumlah dunia bukanlah surga, tetapi juga bukan neraka. Jika dunia itu surga, tentulah hanya kegembiraan yang ada, dan jika dunia itu neraka tentulah hanya penderitaan yang terjadi. Kenyataan yang menunjukan bahwa kehidupan dunia adalah rangkaian dari suka dan duka yang silih berganti.
Firman Allah Swt yang artinya : “Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian, dan engkau kami coba dengan yang buruk dan dengan yang baik sebagai ujian” (al-Ambiya, 35).
Dalam masyarakat dapat dilihat seringkali orang salah mengambil sikap menghadapi cobaan suka dan duka ini. Misalnya dikala suka, orang mabuk kepayang da lupa daratan. Bermacam karunia Tuhan yang ada padanya tidak mengantarkan dia kepada kebaikan tetapi malah membuat manusia jahat. (Shaleh, 2005: 45)
Fungsi pendidikan Islam, dijelaskan dalam Al-Qur'an
surat Al Baqarah ayat 151:
“Sebagaimana kami telah mengutus kepada kamu sekalian
seorang rasul diantara kau yang membacakan ayat-ayat kami kepadamu, menyucikan
mu, mengajarkan al-Kitab, dan al-hikmah, dan mengajarkan kepadamu yang belum
kamu ketahui"
(QS. Al-Baqarah : 151).
Dari ayat di atas ada lima 5 fungsi pendidikan yang
dibawa Nabi Muhammad, yang dijelaskan dalam tafsir al-Manar karangan Muhammad
Abduh :
a. Membacakan ayat-ayat kami,
(ayat-ayat Allah) ialah membacakan ayat-ayat dengan tidak tertulis dalam
al-Quran (al-Kauniyah), ayat-ayat tersebut tidak lain adalah alam
semesta. Dan isinya termasuk diri manusia sendiri sebagai mikro kosmos.
Dengan kemampuan membaca ayat-ayat Allah wawasan seseorang semakin
luas dan mendalam, sehingga sampai pada kesadaran diri terhadap wujud zat Yang
Maha Pencipta (yaitu Allah).
b. Menyucikan diri merupakan efek
langsung dari pembacaan ayat-ayat Allah setelah mengkaji gejala-gejalanya serta
menangkap hukum-hukumnya. Yang dimaksud dengan penyucian diri menjauhkan diri
dari syirik (menyekutukan Allah) dan memelihara akhlaq al-karimah. Dengan
sikap dan perilaku demikian fitrah kemanusiaan manusia akan terpelihara.
c. Yang dimaksud mengajarkan
al-kitab ialah al-Quran al-karim yang secara eksplisit berisi tuntunan hidup.
Bagaimana manusia berhubungan dengan tuhan, dengan sesama manusia dan dengan
alam sekitarnya.
d. Hikmah, menurut Abduh adalah
hadits, akan tetapi kata al-hikmah diartikan lebih luas yaitu kebijaksanaan,
maka yang dimaksud ialah kebijaksanaan hidup berdasarkan nilai-nilai yang
datang dari Allah dan rasul-Nya. Walaupun manusia sudah memiliki kesadaran akan
perlunya nilai-nilai hidup, namun tanpa pedoman yang mutlak dari Allah,
nilai-nilai tersebut akan nisbi. Oleh karena itu, menurut Islam nilai-nilai
kemanusiaan harus disadarkan pada nilai-nilai Ilahi (al-Quran dan sunnah
Rasulullah).
e. Mengajarkan ilmu pengetahuan,
banyak ilmu pengetahuan yang belum terungkap, itulah sebabnya Nabi Muhammad
mengajarkan pada umatnya ilmu pengetahuan yang belum diketahui oleh umat
sebelumnya. Karena tugas utamanya adalah membangun akhlak al-Karimah.
Dengan mengembalikan kajian antropologi dan sosiologi ke dalam
perspektif al-Quran dapat disimpulkan bahwa fungsi pendidikan Islam
adalah :
- Mengembangkan wawasan yang
tepat dan benar mengenal jati diri manusia, alam sekitarnya dan mengenai
kebesaran ilahi, sehingga tumbuh kemampuan membaca (analisis) fenomena
alam dan kehidupan serta memahami hukum-hukum yang terkandung didalamnya.
Dengan himbauan ini akan menumbuhkan kreativitas sebagai implementasi
identifikasi diri pada Tuhan "pencipta".
- Membebaskan manusia dari segala
analisis yang dapat merendahkan martabat manusia (fitrah manusia), baik
yang datang dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar.
- Mengembalikan
ilmu pengetahuan untuk menopang dan memajukan kehidupan baik individu
maupun sosial.
Pendidikan agama Islam untuk
sekolah / madrasah mempunyai beberapa fungsi. Fungsi tersebut adalah
garis-garis besar penjabaran dari fungsi pendidikan agama Islam.
Adapun fungsi tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Fungsi Pengembangan,
yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT. yang
telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama – tama
kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua
dalam keluarga. Sekolah berfungsi untuk menumbuh kembangkan lebih lanjut dalam
diri anak melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan
ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat
perkembangannya.
2.
Fungsi Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di
dunia dan di akhirat.
3.
Fungsi Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik
lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya
sesuai dengan ajaran agama Islam.
- Fungsi Perbaikan,
yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan
kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman dan
pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.
- Fungsi Pencegahan,
yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya
lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju
manusia seutuhnya.
- Fungsi Pengajaran tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara
umum (alam nyata dan nir-nyata), sistem dan fungsionalnya.
- Fungsi Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang
memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat
berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya
sendiri dan bagi orang lain.
Fungsi lain
dari pendidikan agama Islam lainnya adalah sebagai berikut:
- Konvensional, yaitu PAI
digunakan untuk meningkatkan komitmen dan perilaku keberagamaan peserta
didik.
- Neo Konvensional, yaitu PAI
digunakan untuk meningkatkan keberagamaan peserta didik sesuai dengan
keyakinannya.
- Konvensional Tersembunyi. Dalam
hal ini Pendidikan agama Islam mengemban fungsi menawarkan sejumlah
pilihan ajaran agama dengan harapan siswa nantinya akan memilih agama
Islam untuk dijadikan pegangan hidup.
- Implisit. Yaitu mengenalkan
kepada peserta didik ajaran agama Islam secara terpadu dengan seluruh
aspek kehidupan melalui berbagai subyek pelajaran.
- Non Konvensional. Dalam hal ini
pendidikan agama Islam digunakan sebagai alat untuk memahami keyakinan
atau pandangan hidup orang lain. (Chabib Thoha dkk, 1999: 6-9).
Ada beberapa pendekatan yang dapat digunakan
untuk mengaplikasikan fungsi pendidikan agama
Islam dalam bentuk praksis. Feisal berpendapat bahwa
fungsi pendidikan agama Islam di sekolah dapat diupayakan dalam beberapa model
berikut:
- Pendekatan nilai universal
(makro) yaitu suatu program yang dijabarkan dalam kurikulum.
- Pendekatan meso, artinya
pendekatan program pendidikan yang memiliki kurikulum, sehingga dapat
memberikan informasi dan kompetisi pada anak.
- Pendekatan ekso, artinya
pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada
anak untuk membudidayakan nilai agama Islam.
- Pendekatan makro,artinya
pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kecukupan
keterampilan seseorang sebagai profesional yang mampu mengemukakan ilmu
teori, informasi, yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Manfaat Pendidikan Islam untuk Masa Depan
Manfaat
Pendidikan Islam untuk Masa Depan
Ditulis oleh Bagus Sukma
Orang semakin menyadari pentingnya pendidikan Islam bagi masa depan. Hal ini
berkat kesadaran dan pemahaman orang terhadap manfaat pendidikan bagi masa depan sendiri. Pendidikan
merupakan investasi terbesar untuk
kemajuan masa depan khususnya masa depan bangsa Indonesia pada umumnya.
Menurut Undang-Undang UU SISDIKNAS
No. 2 tahun 1989 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik
melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa
yang akan datang
UU SISDIKNAS no. 20 tahun 2003:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar
dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya dan masyarakat.
Menurut etimologi (bahasa). Bahasa
Arab berasal dari kata Tarbiyah, dengan
kata kerja Rabba yang memiliki makna mendidik atau mengasuh. Jadi Pendidikan
dalam Islam adalah Bimbingan oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani,
rohani dan akal anak didik sehingga bisa terbentuk pribadi muslim yang baik.
Bahasa Yunani berasal dari kata Pedagogi, yaitu dari kata
“paid” artinya anak dan “agogos” artinya membimbing. Itulah sebabnya istilah
pedagogi dapat diartikan sebagai “ilmu dan seni mengajar anak (the art and
science of teaching children)
Menurut psikologi. Pendidikan adalah
Mencakup segala bentuk aktivitas yang akan memudahkan dalam kehidupan
bermasyarakat.
Dampak
globalisai yang begitu kuat harus diantisipasi oleh dunia pendidikan khususnya
Islam jika tidak ingin terlibas oleh arus hegemoniasi budaya global Barat.
Dalam konteks ini, pendidikan Islam mampu
menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh yang tidak sekedar sebagai
penerima arus informasi global, tetapi juga harus memberikan bekal kepada mereka
agar dapat mengolah, menfilter, menyesuaikan dan mengembangkan segala hal yang
diterima melalui arus informasi itu tanpa terhegemoni oleh kekuatan eksternal.
Berkenaan
dengan hal di atas para pengelola pendidikan Islam harus sadar terhadap ancaman
ini. orientasi pendidikan Islam yang sejak awal tidak semata-mata menekankan pada pengisian otak,
tetapi juga pengisian jiwa, pembinaan akhlaq dan kepatuhan dalam menjalankan
ibadah tidak boleh bergeser. Disamping itu juga harus dipikirkan upaya
menciptakan manusia yang kreatif, inovatif produktif dan mandiri sehingga
mempunyai ketegaran dalam menghadapi tantangan tanpa mudah terhegemoni. Visi
pendidikan Islam harus mengintegrasikan berbagai pengetahuan yang
terkotak-kotak ke dalam ikatan Tauhid. Di samping itu pendidikan Islam harus
mampu memberikan filter dan arahan dalam penyerapan ilmu pengetahuan yang tidak
sesuai dengan kaidah Islam.
Pendidikan
adalah suatu proses dalam rangka mencapai suatu tujuan, tujuan pendidikan akan
menentukan kearah mana peserta didik akan dibawa. Tujuan pendidikan Islam
secara umum adalah untuk mencapai tujuan hidup muslim, yakni menumbuhkan
kesadaran manusia sebagai makhluk Allah SWT agar mereka tumbuh dan berkembang
menjadi manusia yang berakhlak mulia dan beribadah kepada-Nya.
Pendidikan
Islam memiliki karakteristik sebagai
berikut: Pertama, dari segi content (isi), Islam mengatur segala
bidang kehidupan manusia, mulai dari masalah tata cara ibadah ritual, hingga
masalah sosial, ekonomi, politik dan seterusnya. Kedua, dari segi waktu,
Islam sebagai agama yang turun sejak Nabi Muhammad hingga akhir zaman (kiamat)
atau berlangsung sepanjang masa. Ketiga, dari segi ruang (tempat), Islam
mampu menembus batas geografis hingga diseluruh penjuru dunia ini. Keempat,
dari segi pengikut (umat), Islam diturunkan sebagai agama untuk semua umat
manusia di alam semesta ini (Islam for all), tanpa membedakan suku, ras,
kelompok dan bani.
Suatu
istilah untuk mencari fadilah, kurikulum pendidikan islam berintikan akhlak
yang mulia dan mendidik jiwa manusia berkelakuan dalam hidupnya sesuai dengan
sifat-sifat kemanusiaan yakni kedudukan yang mulia yang diberikan Allah
Smelebihi makhluk-makhluk lain dan dia diangkat sebagai khalifah.
Maka
pendidikan Islam di masa yang akan datang dapat mencapai tujuan sesuai tujuan individu sesuai agama
yakni menumbuhkan kesadaran manusia sebagai makhluk Allah SWT agar mereka
tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berakhlak mulia dan beribadah
kepada-Nya, serta dapat menentukan ke arah mana Islam dan para pengikutnya akan
dibawa.
Kegunaan
Islam dimasa yang akan datang lainnya yaitu mewujudkan manusia agar menjadi
khalifah Tuhan dimuka bumi dengan sebaik-baiknya, yaitu melaksanakan
tugas-tugas memakmurkan dan mengolah bumi sesuai dengan kehendak Tuhan.
Mengarahkan manusia agar seluruh pelaksanaan tugas kekhalifahannya dimuka bumi
dilaksanakan dalam rangka beribadah kepada Allah, sehingga tugas tersebut
terasa ringan dilaksanakan, juga dapat mengarahkan manusia agar berakhlak
mulia, sehingga tidak menyalahgunakan fungsi kekhalifahannya, membina dan
mengarahkan potensi akal, jiwa dan jasmaninya, sehingga ia memiliki ilmu,
akhlak dan keterampilan yang semua ini dapat digunakan guna mendukung tugas
pengabdian dan kekhalifahannya, mengarahkan manusia agar dapat mencapai
kebahagiaan hidup didunia dan diakhirat, juga agar dimasa yang akan datang
masing – masing individu bisa membina dan memupuk akhlakul karimah. Pendidikan
budi pekerti dan akhlak dimasa yang akan datang, dengan mendidik akhlak dan
jiwa mereka, menanamkan rasa fadhilah (keutamaan), membiasakan mereka dengan
kesopanan yang tinggi, mempersiapkan mereka untuk suatu kehidupan yang suci
seluruhnya ikhlas dan jujur.
Pendidikan
Islam dimasa depan dapat membuat para pengikutnya menjadikan seluruh manusia
yang menghambakan kepada Allah. Karena mereka sudah mendapat pendidikan tentang
Islam itu sendiri. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada
Allah, karena Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu
merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah
SWT. Suatu istilah untuk mencari fadilah, kurikulum pendidikan islam
berintikan akhlak yang mulia dan mendidik jiwa manusia berkelakuan dalam
hidupnya sesuai dengan sifat-sifat kemanusiaan yakni kedudukan yang mulia yang
diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala melebihi makhluk-makhluk lain dan dia
diangkat sebagai khalifah.
Pendidikan islam tidak bukan untuk
mendekatkan diri kita kepada Allah dan pendidikan islam lebih mengutamakan
akhlak. Secara lebih luas pendidikan islam dimasa depan mewujudkan :
- Pembinaan
Akhlak
- Penguasaan
Ilmu
- Keterampilan
bekerja dalam masyarakat
- Mengembangkan
akal dan Akhlak
- Pengajaran
Kebudayaan
- Pembentukan
kepribadian
- Menghambakan
diri kepada Allah
- Menyiapkan
anak didik untuk hidup di dunia dan akhirat
Setelah
memiliki ilmu yang kuat, generasi nanti diharapkan mampu membangun peradaban
baru yang elegan dipercaturan dunia iptek dan informasi. Budaya dan
transformasi nilai-nilai sosial harus lebih baik dengan didukung oleh teknologi
informasi yang sedemikian pesat. Melalui pendidikan Islam diangankan tercipta
sebuah peradaban baru yang etis dan humanis. Suatu peradaban yang menjunjung
tinggi nilai-nilai fitrah kemanusian yang sesuai dengan aturan ilahi.
Kemajuan
teknologi informasi yang saat ini berkembang secara pesat di muka bumi ini
dalam banyak hal telah menyumbangkan nilai positif bagi kehidupan manusia,
selain terdapat dampak negatifnya. Dengan peradaban yang etis dan humanis
itulah diharapkan seseorang dapat menjalankan amanat kehidupan ini menjadi
kerajaan dunia yang makmur, dinamis dan harmoni atas dasar nilai-nilai
ketuhanan dan kemanusiaan itu.
Pendidikan
Islam membawa misi untuk menjadikan
manusia dengan bekal fitrah yang hanif atau dengan ruh, kalbu dan akal
sehatnya selalu berpihak pada kebenaran. Manusia yang setiap waktu sadar untuk
berbuat kebajikan, keadilan, kasih sayang dan bermanfaat bagi orang lain.
Hal di atas
juga selaras dengan tujuan yang dirumuskan pendidikan nasional tentang sosok
manusia sempurna. Profil manusia Indonesia yang berkepribadian tangguh secara
lahiriyah dan batiniyah, mampu menjalin hubungan vertikal dengan Tuhan-Nya dan
hubungan horizontal kepada sesama manusia, memberikan makna dan manfaat secara
positif bagi kemajuan dan keharmonisan hidup bangsa dan umat manusia pada
umumnya. Dengan merujuk pada ajaran wahyu dan sunnah, dimasa depan setiap
manusia harus bisa berlaku adil dan benar, selain itu untuk menjadikan manusia
sejalan dengan misi al-Qur’an dan sunnah rasulullah alias menerjemahkan misi besar kitab suci itu
ke dalam realita kehidupan manusia yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
Dari berbagai literatur terdapat
berbagi macam pengertian pendidikan
Islam. Menurut Athiyah Al-Abrasy, pendidikan Islam adalah mempersiapkan manusia
supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap
jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya
halus, profesiaonal dalam bekerja dan manis tutur sapanya. Sedang Ahmad D.
Marimba memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani
dan rohani berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepada terbentuknya kepribadian
utama menurut ukuran-ukuran Islam.
Pendidikan
Islam membentuk manusia sempurna yang selalu
mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia
dan akherat mempunyai peluang yang sangat besar untuk menjadi pendidikan
alternatif masa depan.
Sistem
pendidikan Islam tidak diragukan lagi
mampu mewujudkan peradaban manusia yang melahirkan kedamaian, keselamatan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan sebagai mana dijelaskan An- Nahlawi di atas.
Yang demikian dikarenakan pendidikan Islam sebagai sistem pendidikan yang
didasarkan pada ajaran Islam yang mengandung petunjuk hidup paripurna.
Konsep sistem
pendidikan Islam, dengan demikian memiliki dua keunggulan pokok, yang mana ini
tidak dimiliki oleh sistem pendidikan barat. Pertama berdasar kepada Islamic
world view yang memandang alam semesta ini benar- benar riil adanya, tidak
semu atau bayang- bayang sebagaimana anggapan idealistic world view. Tetapi adanya alam semesta ini diakui karena
ada yang menciptakan (Q. S 14: 19). Berbeda dengan materialistic world view yang memandang alam semesta ini berdasar
pada benda atau materi, dan materi itulah penyebab pertama dan terakhir dari
semua yang ada.
Keunggulan kedua, memiliki konsep manusia secara
menyeluruh dan utuh. Muhammad Quthub menjelaskan bahwa metodologi Islam dalam
melakukan pendidikan memiliki pendekatan yang menyeluruh terhadap wujud
manusia. Sehingga tidak ada yang tertinggal dan terabaikan sedikitpun, baik
segi jasmani maupun rohani, baik kehidupannya secara fisik maupun kehidupannya secara mental, dan segala
kegiatannya di muka bumi ini.
Dengan
keunggulan konsep sebagaimana tersebut
di atas, dalam pendidikan Islam senantiasa terwujud keseimbangan antara proses
penanaman nilai keimanan dan pengembangan sains dan teknologi, keseimbangan
perannya sebagai proses pembudayaan iman dan taqwa dan proses sosial deangan
pengembangan ipteknya, dan akhirnya terwujudlah suatu peradaban yang tidak
bercorak rasionalitas instrumental akan tetapi peradaban yang dibesarkan oleh
rasionalitas nilai.
Pendidikan Islam dimasa depan memberikan kegunaan juga seperti memberikan
landasan dan sekaligus mengarahkan kepada proses pelaksanaan pendidikan yang
berdasarkan islam.
Melakukan
kritik dan koreksi.
Melakukan
evaluasi terhadap metode yang digunakan.
Pendidikan Islam dimasa depan juga mecakup perkembangan seperti pertama,
pendidikan akidah/keimanan.Ini merupakan hal yang sangat penting untuk mencetak
generasi muda masa depan yang tangguh dalam imtaq (iman dan taqwa) dan
terhindar dari aliran atau perbuatan yang menyesatkan kaum remaja seperti
gerakan Islam radikal, penyalagunaan narkoba, tawuran dan pergaulan bebas
(freesex) yang akhir-akhir ini sangat dikhawatirkan oleh sejumlah kalangan.
Kedua, pendidikan ibadah. Ini merupakan hal yang sangat penting
untuk diajarkan kepada anak-anak kita untuk membangun generasi muda yang
punya komitmen dan terbiasa melaksanakan ibadah. Seperti shalat, puasa, membaca
al-Quran yang saat ini hanya dilakukan oleh minoritas generasi muda kita.
Bahkan, tidak sedikit anak remaja yang sudah berani meninggalkan
ibadah-ibadah wajibnya dengan sengaja. Di sini peran orang tua dalam memberikan
contoh dan teladan yang baik bagi anak-anaknya sangat diperlukan selain guru
juga harus menanamkan secara mantab kepada anak-anak didiknya.
Ketiga, Pendidikan
akhlakul-karimah. Hal ini juga harus mendapat perhatian besar dari para
orang tua dan para pendidik baik lingkungan sekolah maupun di luar sekolah
(keluarga). Dengan pendidikan akhlakul-karimah akan melahirkan generasi
rabbani, atau generasi yang bertaqwa, cerdas dan berakhlak mulia.Penanaman
pendidikan Islam bagi generasi muda bangsa tidak akan bisa berjalan secara
optimal dan konsisten tanpa dibarengi keterlibatan serius dari semua pihak Oleh
karena itu, semua elemen bangsa (pemerintah, tokoh agama, masyarakat,
pendidik, orang tua dan sebagainya) harus memiliki niat dan keseriusan untuk
melakukan ini. Harapannya, generasi masa depan bangsa ini adalah generasi yang
berintelektual tinggi dan berakhlak mulia..
Akhir-akhir ini sejalan dengan
adanya kampanye tentang pentingnya pendidikan karakter, maka lembaga
pendidikan berbasis agama dipandang sebagai telah memberikan
jawaban kongkrit. Karkter diyaniki lebih tepat dibangun melalui pendidikan
agama. Pendidikan agama selama ini dikenal mengutamakan pembentukan
karakter. Oleh karena itu tatkala menteri pendidikan dan kebudayaan melontarkan
isu tentang pentingnya pendidikan karakter maka banyak orang menjawabnya
dengan pendidikan agama itu. Itulah di antara sebabnya lembaga pendidikan
berbasis agama semakin diminati banyak orang.
Selain itu, pengaruh
modernisasi yang menjadikan sementara
masyarakat khawatir terhadap moral atau akhlak anak-anak di masa depan,
maka banyak pihak menoleh pada pendidikan yang berbasis agama, tidak terkecuali
pendidikan pesantren. Sekolah umum yang berada di lingkungan pesantren,
dan apalagi dikenal unggul dan atau memiliki program peningkatan
kualitas, sekalipun bertarif mahal, menjadi tujuan belajar berbagai kalangan,
tidak terkecuali masyarakat perkotaan.
Dari uraian
tersebut terlihat bahwa pendidikan islam
domasa depan lebih berkaitan dengan beberapa hal sebagai berikut. Pertama,
terkait dengan upaya mengangkat harkat dan martabat manusia. Kedua, terkait
dengan upaya memberdayakan manusia agar ia dapat melaksanakan fungsinya sebagai
khalifah di muka bumi dalam rangka ibadah kepada Allah. Ketiga, terkait dengan
upaya mengatasi berbagai masalah yang di hadapi ummat manusia, yaitu masalah
aqidah, ibadah, syariah, ekonomi, politik, sosial, budaya, adat istiadat, hukum,
ilmu pengetahuan, pendidikan dan sebagainya. Keempat, terkait dengan upaya
menegakkan akhlak yang mulia pada seluruh aspek kehidupan tersebut.
Jadi dapat
disimpulkan bahwa kegunaan Islam dimasa yang akan datang yaitu terwujudnya
manusia yang sehat jasmani, rohani, dan akal pikiran, serta memiliki ilmu
pengetahuan, keterampilan, akhlak yang mulia, keterampilan hidup yang
memungkinkan ia dapat memanfaatkan berbagai peluang yang diberikan oleh Allah
termasuk pula mengelola kekayaan alam yang ada di daratan, di lautan, bahkan di
luar angkasa adalah merupakan misi pendidikan islam. Dengan pandangan
pendidikan secara klasik, pendidikan Islam juga dikatakan
sebagai institusi atau pranata yang dapat menjalankan tiga fungsi
sekaligus. Pertama; menyiapkan generasi anak
manusia agar kelak dapat memainkan peranan-peranan tertetu. Kedua; mentransfer
(memindahkan) pengetahuan, sikap dan kecakapan tertentu sesuai dengan peranan
yang diharapkan. Ketiga; mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara
keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan
hidup (survive) masyararakat dan peradaban.
Pendidikan Islam juga kami yakini diorientasikan pada
upaya optimalisasi potensi dasar manusia secara keseluruhan. Artinya pendidikan
tidak semata-mata diorientasikan pada upaya penumbuhan dan pengembangan manusia
secara psikologi yang lebih menekankan pada upaya pengayaan secara material,
seperti penekanan yang berlebihan pada aspek keterampilan.. Implikasi tentang
pandangan kemanusiaan tersebut mengharuskan tujuan pendidikan masa depan yang
diarahkan pada pencapaian pertumbuhan kepribadian manusia secara seimbang.
Selain itu generasi muda dapat menjalankan kehidupan dan
memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien, tentunya sesuai
dengan agama.
pancasila yang dilanggar
Pancasila dan Contoh Kasus Pelanggarannya
dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Ditulis oleh Bagus Sukma
Pancasila adalah ideologi dasar
bagi negara Indonesia atau berperan sebagai dasar negara Republik Indonesia hal
ini berarti bahwa seluruh penyelenggaraan Negara didasarkan pada pancasila dan
tidak boleh bertentangan dengan pancasila. Pancasila ini terdiri dari dua kata
dari bahasa Sanskerta, yaitu pañca berarti lima dan śīla berarti
prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa
dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Lima sendi utama penyusun
Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab,
persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
yang tercantum pada paragraf empat preambule (pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.
Berikut adalah
penjelasan tentang masing – masing sila, penerapannya serta contoh pelanggaran
dan hal yang dilanggar dari masing – masing sila :
1. Sila Ketuhanan yang Maha Esa
a. Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan
agamanya masing-masing menurut dasar
kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antar
pemeluk agama dan penganut kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
c. Mengembangkan saling hormat menghormati kemerdekaan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.
Contoh
pelanggaran sila pertama :
Pembakaran Gereja di Temanggung
Kupang– Bukan sekali terjadi, setiap kali
timbul kerusuhan di Jakarta dan di wilayah lain di Indonesia, Kupang kerap
menjadi imbas peristiwa yang bersifat SARA tersebut. Pasca Kerusuhan Ketapang
di Jakarta, konflik pun menyulut sampai ke Kupang. Tak terkecuali, pasca
kerusuhan di Temanggung pada 8 Februari 2011.
Tokoh Islam di Batakte membenarkan adanya isu Kupang
ingin dijadikan Tragedi Kupang Jilid II tahun 1998 yang lalu atau yang
dikenal dengan Peristiwa November Kelabu. “Kami menerima SMS gelap dari pihak
yang tidak bertanggungjawab. Mereka ingin Kupang rusuh, dengan memanfaatkan
kasus Temanggung di Jawa Tengah, dimana ada beberapa gereja yang
dibakar dan rusak,” kata Usman Maman, masyarakat Kupang asal Flores.
Mendapat kabar Kupang bakal rusuh, tak pelak membuat
masyarakat Muslim di beberapa wilayah di Kupang cemas, Mereka masih trauma
dengan Kerusuhan missal tahun 1998. Terlebih ketika ada rencana
pengerahan massa bertajuk “Kupang Berkabung” yang akan digelar selama tiga hari
(25-27 Februari 2011). Tentu saja, kegiatan tersebut menyerupai acara
perkabungan nasional yang dilakukan oleh mahasiswa dan pemuda Kristiani yang
tergabung dalam panitia Gemakristi terkait peristiwa Ketapang Jakarta (22-23
November 1998).
Awalnya, bagi-bagi bunga di jalan-jalan protokol kepada
setiap orang yang lewat. Kemudian berkembang jadi pemblokiran jalan-jalan raya.
Lalu menyusuplah sekelompok provokatur dari luar kota. Massa pun bertindak
anarkis. Kupang rusuh. Pelemparan batu dan pengrusakan ke sejumlah masjid, toko
dan pemukiman Muslim tak bisa dihindari.
Ketika itu Gubernur NTT Frans Lebu Raya meminta
masyarakat NTT tidak menggelar "Kupang Berkabung" terkait kasus di
Temanggung, Jawa Tengah. Penyampaian solidaritas bisa dengan cara lain yang
lebih santun dan bermoral. "Marilah kita belajar dari pengalaman tahun
1998 lalu. Akibat acara ‘Perkabungan Nasional’, terjadi kerusuhan,"
katanya (Flores
Pos Jumat 25 Februari
2011).
Kegiatan Kupang Berkabung, memang sangat mengkhawatirkan. Terlebih, sebelum acara berlangsung, beredar rumor SARA, baik lewat SMS maupun grafiti provokatif di tembok-tembok kota. Pengalaman buruk 1998, bisa saja terulang. Gara-gara rumor SARA ini, lalu muncul rasa saling curiga di kalangan masyarakat. Bahkan sejumlah sekolah di kota Kupang diliburkan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kegiatan Kupang Berkabung, memang sangat mengkhawatirkan. Terlebih, sebelum acara berlangsung, beredar rumor SARA, baik lewat SMS maupun grafiti provokatif di tembok-tembok kota. Pengalaman buruk 1998, bisa saja terulang. Gara-gara rumor SARA ini, lalu muncul rasa saling curiga di kalangan masyarakat. Bahkan sejumlah sekolah di kota Kupang diliburkan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Seorang warga Kupang beragama Kristiani pun tak
menghendaki peristiwa 1998 terulang kembali, tak terkecuali adanya kegiatan
“Kupang Berkabung”. “Yang benar saja! Apa jaminan dari para penyelenggara
bahwa aksi mereka tidak bakal rusuh? Apa pula jaminan dari negara, dalam hal
ini Polda NTT, bahwa pihaknya bisa mencekal provokasi dan segala dampak
ikutannya?” kata seorang warga Kristen kritis.
Kalau jaminan dari penyelenggara tidak ada, sebaiknya mereka berkabung dengan cara lain saja. “Cara lain yang lebih santun dan bermoral,” kata Gubernur Frans Lebu Raya. Demikian pula, kalau jaminan dari negara tidak ada, sebaiknya polda proaktif dan persuasif mencegah segala bentuk perkabungan yang dapat berpeluang rusuh. Sebab, kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat dari pelaku, tapi juga karena ada peluang. Maka, belajarlah dari kerusuhan Kupang 30 November 1998.
Kalau jaminan dari penyelenggara tidak ada, sebaiknya mereka berkabung dengan cara lain saja. “Cara lain yang lebih santun dan bermoral,” kata Gubernur Frans Lebu Raya. Demikian pula, kalau jaminan dari negara tidak ada, sebaiknya polda proaktif dan persuasif mencegah segala bentuk perkabungan yang dapat berpeluang rusuh. Sebab, kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat dari pelaku, tapi juga karena ada peluang. Maka, belajarlah dari kerusuhan Kupang 30 November 1998.
Sekilas Peristiwa Temanggung
Seperti diberitakan media massa, pascaputusan Majelis
Hakim Pengadilan Negeri (PN) Temanggung yang menjatuhkan vonis selama lima
tahun terhadap Antonius Richmond Bawengan, terdakwa penistaan agama, mendapat
respon dari umat Islam di di Temanggung. Antonius diketahui berasal dari
Manado. Pria 58 tahun datang ke Temanggung dari Duren Sawit, Jakarta Timur.
Akibat ulah provokator, beberapa Gereja dibakar.
Dikabarkan, Selasa, 7 Februari 2011, tiga gereja di Temanggung menjadi sasaran
amuk massa. Selain gereja, sebuah taman kanak -kanak yang berada di lingkungan
salah satu gereja juga rusak dan enam unit motor juga hangus terbakar.
Kronologisnya, pada tanggal 23 Oktober 2010, Antonius
diketahui tertangkap tangan menyebarkan selebaran yang berisi penistaan agama.
Salah satu selebaran itu diletakkan di depan rumah warga dusun Kenalan desa
Kranggan, Kec. Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, yang bernama H. Bambang
Suryoko.
Diberitakan oleh VOA Islam sebelumnya (http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/02/09/13217/inilah-kronologis-pelecehan-islam-oleh-pendeta-antonius-kerusuhan-temanggung/), di kampung orang, pendeta kelahiran 58 tahun silam ini
menyebarkan dua buku berjudul “Ya Tuhanku Tertipu Aku” dan buku “Saudara
Perlukan Sponsor (3 Sponsor, 3 Agenda dan 3 Hasil)” yang penuh dengan
pelecehan Islam, antara lain: menghina Allah dan Nabi Muhammad sebagai
Pembohong; ibadah haji adalah simbol kemesuman Islam; Hajar Aswad adalah
simbol dari –maaf– vagina; tugu Jamarat di Mina adalah simbol dari –maaf–
kemaluan laki-laki; umat Islam yang shalat Jum’at di masjid sama dengan
menyembah dewa Bulan karena di atas kubah masjid terdapat lambang
bulan-bintang; Islam agama bengis dan kejam; dan masih banyak lagi hujatan
lainnya. Dan yang lebih menyesatkan lagi, Pendeta Antonius memelintir ayat-ayat
Al-Qur’an dalam hujatan-hujatannya tersebut.
Kemudian, warga yang mengetahui perbuatan Richmond,
bersama pengurus RT yang bernama Bp. Fatchurrozi (Fauzi), yang juga anggota
Polsek Kaloran, langsung melaporkannya ke Polsek Kranggan, kemudian dilimpahkan
ke Polres Temanggung. Pada tanggal 21 November 2010, oleh Kejaksaan Negeri
Temanggung, berkas pemeriksanaan sudah dinyatakan P21 (lengkap). Sidang pertama
digelar pada tanggal 13 Januari 2011, dengan agenda pembacan dakwaan. Sidang
keempat digelar pada tanggal 8 Februari 2011, dengan agenda pembacaan tuntutan.
Pelanggaran yang dilakukan terhadap sila “Ketuhanan yang
Maha Esa” sangat jelas terlihat bahwa adanya pelecehan salah satu agama (dalam
hal ini agama Islam yang dilecehkan oleh salah seorang pendeta bernama
Antonius) yang jelas melanggar butir pancasila sila pertama yang telah
menegaskan bahwa setiap orang berhak memilih agama yang akan mereka anut,
selain itu juga tidak ada sikap hormat – menghormati antar agama dan cenderung
tidak menghargai kepercayaan orang lain.
2. Sila
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
a. Mengakui dan memperlakukan manusia
dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
b. Memandang persamaan derajat, hak dan
kewajiban antara sesama manusia tanpa membedakan suku, turunan dan kedudukan
sosial.
c.
Mengembangkan
sikap saling mencintai sesama manusia, tepa selira dan tidak semena-mena
terhadap orang lain.
Contoh pelanggaran sila kedua :
Tragedi Trisakti
Kejatuhan perekonomian Indonesia sejak tahun 1997 membuat
pemilihan pemerintahan Indonesia saat itu sangat menentukan bagi pertumbuhan
ekonomi bangsa ini supaya dapat keluar dari krisis ekonomi. Pada bulan Maret
1998 MPR saat itu walaupun ditentang oleh mahasiswa dan sebagian masyarakat
tetap menetapkan Soeharto sebagai Presiden. Tentu saja ini membuat mahasiswa
terpanggil untuk menyelamatkan bangsa ini dari krisis dengan menolak
terpilihnya kembali Soeharto sebagai Presiden. Cuma ada jalan demonstrasi
supaya suara mereka didengarkan.
Demonstrasi digulirkan sejak sebelum Sidang Umum (SU) MPR
1998 diadakan oleh mahasiswa Yogyakarta dan menjelang serta saat
diselenggarakan SU MPR 1998 demonstrasi mahasiswa semakin menjadi-jadi di
banyak kota di Indonesia termasuk Jakarta, sampai akhirnya berlanjut terus
hingga bulan Mei 1998.
Insiden besar pertama kali adalah pada tanggal 2 Mei 1998
di depan kampus IKIP Rawamangun Jakarta karena mahasiswa dihadang Brimob dan di
Bogor karena mahasiswa non-IPB ditolak masuk ke dalam kampus IPB sehingga
bentrok dengan aparat. Saat itu demonstrasi gabungan mahasiswa dari berbagai
perguruan tingi di Jakarta merencanakan untuk secara serentak melakukan
demonstrasi turun ke jalan di beberapa lokasi sekitar Jabotabek. Namun yang
berhasil mencapai ke jalan hanya di Rawamangun dan di Bogor sehingga terjadilah
bentrokan yang mengakibatkan puluhan mahasiswa luka dan masuk rumah sakit.
Setelah keadaan semakin panas dan hampir setiap hari ada
demonstrasi tampaknya sikap Brimob dan militer semakin keras terhadap mahasiswa
apalagi sejak mereka berani turun ke jalan. Pada tanggal 12 Mei 1998 ribuan
mahasiswa Trisakti melakukan demonstrasi menolak pemilihan kembali Soeharto
sebagai Presinden Indonesia saat itu yang telah terpilih berulang kali sejak
awal orde baru. Mereka juga menuntut pemulihan keadaan ekonomi Indonesia yang
dilanda krisis sejak tahun 1997.
Mahasiswa bergerak dari Kampus Trisakti di Grogol menuju
ke Gedung DPR/MPR di Slipi. Dihadang oleh aparat kepolisian mengharuskan mereka
kembali ke kampus dan sore harinya terjadilah penembakan terhadap mahasiswa
Trisakti. Penembakan itu berlansung sepanjang sore hari dan mengakibatkan 4 mahasiswa Trisakti meninggal dunia dan puluhan orang lainnya baik mahasiswa
dan masyarakat masuk rumah sakit karena terluka.
Sepanjang malam tanggal 12 Mei
1998 hingga pagi hari, masyarakat mengamuk dan melakukan perusakan di daerah
Grogol dan terus menyebar hingga ke seluruh kota Jakarta. Mereka kecewa dengan
tindakan aparat yang menembak mati mahasiswa. Jakarta geger dan mencekam.
Bukti pelanggaran sila kedua
terlihat dari adanya sikap kekerasan yang tak manusiawi dari pihak militer
dalam hal menangani para demonstran seperti banyak mahasiswa yang terluka
parah, adanya 4 orang mahasiswa yang meninggal karena ditembak secara sengaja membuat
rakyat sipil takut karena suasana yang mencekam. Intinya tindakan dari pihak
militer yang kurang manusiawi dan cenderung menghasilkan banyak korban hanya
untuk meredam aksi protes dari mahasiswa yang menyuarakan hak suaranya untuk
ikut aktif dalam perkembangan mobilitas politik kenegaraan.
3.
Sila Persatuan Indonesia
a. Cinta tanah air dan bangsa Indonesia,
sehingga sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa,
apabila diperlukan.
b. Bangga sebagai bangsa Indonesia
ber-Tanah air Indonesia dalam rangka memelihara ketertiban dunia.
c.
Mengembangkan
rasa persatuan dan kesatuan atas dasar Bhinneka Tunggal Ika dalam memajukan
pergaulan hidup bersama.
Contoh pelanggaran sila ketiga :
OPM – Organisasi
Papua Merdeka
Organisasi
Papua Merdeka (OPM) adalah sebuah gerakan nasionalis yang didirikan tahun
1965 yang bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan Papua bagian barat dari
pemerintahan Indonesia. Sebelum era reformasi, provinsi yang sekarang terdiri
atas Papua dan Papua Barat ini dipanggil dengan nama Irian Jaya.
Bendera
Organisasi Papua MerdekaOPM merasa bahwa mereka tidak memiliki hubungan sejarah
dengan bagian Indonesia yang lain maupun negara-negara Asia lainnya. Penyatuan
wilayah ini ke dalam NKRI sejak tahun 1969 merupakan buah perjanjian antara
Belanda dengan Indonesia dimana pihak Belanda menyerahkan wilayah tersebut yang
selama ini dikuasainya kepada bekas jajahannya yang merdeka, Indonesia.
Perjanjian tersebut oleh OPM dianggap sebagai penyerahan dari tangan satu
penjajah kepada yang lain.
Pada
tanggal 1 Juli 1971, Nicolaas Jouwe dan dua komandan OPM yang lain, Seth Jafeth
Raemkorem dan Jacob Hendrik Prai menaikkan bendera Bintang Fajar dan
memproklamasikan berdirinya Republik Papua Barat. Namun republik ini berumur
pendek karena segera ditumpas oleh militer Indonesia dibawah perintah Presiden
Soeharto.
Tahun 1982 Dewan Revolusioner OPM didirikan dimana tujuan dewan tersebut adalah untuk menggalang dukungan masyarakat internasional untuk mendukung kemerdekaan wilayah tersebut. Mereka mencari dukungan antara lain melalui PBB, GNB, Forum Pasifik Selatan, dan ASEAN
Reformasi:
Suatu perubahan tatanan perilaku kehidupan lama dengan tatanan perikehidupan
yang baru dan secara hukum menunjukan kea rah perbaikkan. Tujuan Reformasi:
Memperbaiki tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara agar
sesuai dengan pancasila dan uud’45 dlm bidang politik, ekonomi,social, hukum.
Faktor - faktor
penyebab timbulnya reformasi:
a.
Pemerintah orde baru menjalakan system pemeritahan sentralistis
b.
Berbagai macam penyelewengan pancasila dan UUD’45
c.
Soeharto memimpin terlalu lama (32 tahun)
d.
Selama orde baru berkuasa, kehidupan politik di Indonesia mengalami banyak
pengekangan Sebutkan tokoh reformasi: Amien Rais, Abdurahman Wahid/Gusdur, Sri
sulta Hamengkubuwono X, Megawati Soekarno Putri. Filosofi Reformasi: Agar
tujuan nasional bangsa indo tercapai, reformasi ind hrs menggunakan dasar
filsofi reformasi yaitu pancasila (UUD) krn terbukti pancasila amat
ampuh/efektif dalam mempersembahkan bangsa Agenda Reformasi Mahasiswa: a, Adili
soeharto dan kloni-kloninya b, Amandemen UUD 1945 c, Penghapusan Dwi Fungsi
abri d, otonomi daerah yang seluas-luasnya e, Supremasi hukum f, pemerintah
yang bersih dari KKN Jelaskan jiwa reformasi: a. Filosofi pancasila adl hal
yang mendasari reformasi b. Pemilihan seorang pejabat hrs didasari pd kemampuan
& prestasi dr yang bersangkutan c. Pemerintah dikelolah scra transparan agr
dpt dipertanggung jawabkan kpd maskyarakt d. Menerima kritik/saran scr terbuka
demi kepentingan umum.
e.
Jujur dlm melaksanakan tgs yg dipercayakan oleh masyarakat.
f.
Adanya keseimbangan antara iptek dan keimanan/ketakwaan Kronologi peristiwa
penting mei 1998 12 mei’98 -> aksi unjuk rasa mahasiswa universitas trisakti
13,14 mei’98->di jaktarta dan sekitarnya trjadi kerusuhan massal 19
mei’98->berbagai mahasiswa dijakarta menduduki gedung dpr/mpr 20
mei’98->pres soeharto ingin membentuk dewa reformasi 21 mei’98->Pres
soeharto meletakkan jabatannya sebagai presiden Langkah BJ Habibie: a,
perbaikkan ekonomi b, pembentukan kabinet reformasi c, Reformasi dibidang
politik d, kebebsan menyapaikan pendapat e, melikuidasi beberapa bank
bermasalah f, menaikkan nila tukar rupiah terhadap dolar AS hingga di bawah Rp.
10.000,- Tuntutan dari mahasiswa dan oraganisasi massa pada saat siding
istimewa A, Menolak dwi fungsi ABRI b, Pemilu langsung umum bebas
rahasia(luber) dan jujur adil (jurdil) C, adili Suharto dan kroni-kroninya
d,Hapuskan kkn e, otonomi daerah yang seluas-luasnya f, hapuskan p4 g,
pementukan pemerintahan yang bersih dari kkn.
Kesepakatan
ciganjur:
a.Mengupayakan
terciptanya persatuan dan kesatuan nasional
b.Menegakkan
kembali kedaulatan rakyat
c.Melaksanakan
desentralisasi pemerintahan sesuai otonomi daerah d.Melaksanakan reformasi
sesuai kepentingan generasi baru bangsa e.Melaksanakan pemilu luber dan jurdil
u/ mengakhiri masa pemerintahan transisi
f.
Menghapuskan dwi fungsi abri scr bertahap
g.Mengusut
pelaku kkn mulai dari presiden dan kroni-kroninya (tmn/keluarga) h.Mendesak
semua anggota PAM swakarsa u/ mengundurkan diri Insiden 12 November 1998 Aksi
damai kegedung MPR,DPR dilawan dgn kekerasan o/ aparat, aksi ini didukung o/
gusdur dan megawati, kedua tokoh ini menyeruhkan agar mahasiswa ataupun
masyarakat tetap menjaga ketengan dan kekompakkan. Tragedi Smanngi 13 November
1998 Demokrasi dilakukan o/ mahasiswa dan maskyarakat didepan universitas
Admajaya pada sore hari pukul 15.00, datanglah lapisan baja milik aparat
keamanan berusaha membubarkan mahasiswa. Mahasiswa sudah mundur di kampus
ahmadjaya, namun tetap ditembak oleh aparat sehingga menimbulkan korban yang
banyak.
Sifat pemilu
tahun 99 :
a.Sifat
langsung,umum,bebas,rahasia,jujur,dan adil
b.dilaksanakan
pada 7 juni 1999
c.Mencabut
5 paket uu ttg politik
d.ditangani
KPU (bukan PU)
e.Hasil
partai yg mendapatkan suara terbanyak PDIP, Golkar, PKB,PAN
Hasil
sidang umum MPR 99 :
a.MPR
terbentuk melalui pemilu 99 & b’hsl menetapkan GBHN
b.Memilih
pres(gusdur) dan wapres (megawati)
c.Melaksanakan
amandemen uud 1945
Kebijakan
Megawati :
a.Meminta
penundaan hutang luar negri, memutuskan hubungan dengan imf
b.Krisis
ekonomi di ind, pendapatan perkapital 465 dolar as dpt ditingkatkan menjadi 930
dollar as
c.Meningkatkan
pertumb. Ekonomi dan menekan inflasi dengan melakukan privasi bumn
d.Meningkatkan
kinerja ekspor
e.Melakukan
pemberantasan korupsi dg membentuk KPK.
Progam 100
hari SBY
a.Melakukan
penjadwalan pembayaran hutang
b.meningkatakan
volume ekspor
c.
mengurangi subsidi bbm, dgn menaikkan harga bbm dan gas
d.Khusus
daerah aceh, memperpanjang status darurat sipil & melakukan perjanjian
damai dgn GAM
e.26
desember tsunami,di aceh dibentuk badan rekonstruksi pembangunan aceh
Dampak
negative dr penafsiran yg keliru ttg otonomi daerah \
a.Tmb
wacana untuk memisahkan diri dari NKRI
b.Mengutamakan
daerah
c.Menolak
pemekaran wilayah
d.Menolak
aturan-aturan dari pusat
e.
Penyimpangan penggunakan APBD
f.Hubunan
gubenur & kota madya dan kabupaten tidak harmonis.
Hasil siding
istimewa’98 Tujuan: untuk membuka kesempatan menyampaikan aspirasi rakyat Dilaksanakan: 10-13 Nov 1998 Demonstrasi tdk hanya
dilakukan mahasiswa tp sekelompok massa yg menginginkan perubahan HasiL: Memutuskan
12 keteteapan Tap MPR No. X/MPR/1998 ttg pokok-pokok
reformasi pembangunan dlm rangka penyelamatan Tap MPR No. XI/MPR/1998 ttg
penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas korupsi,kolusi,nepotisme Tap MPR
No. XIII/MPR/1998 ttg pembatasan masa jabatan persiden dan wapres RI Tap MPR
No. XV/MPR/1998 ttg penyelenggaraan otonomi daerah Tap MPR No. XVI/MPR/1998 ttg
politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi Konflik dimasy pada masa
reformasi: GAM-> Gerakan Aceh Merdeka, atau GAM adalah sebuah organisasi
(yang dianggap separatis) yang memiliki tujuan supaya daerah Aceh atau yang
sekarang secara resmi disebut Nanggroe Aceh Darussalam lepas dari Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Konflik antara pemerintah dan GAM
yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976 dan
menyebabkan jatuhnya hampir sekitar 15.000 jiwa. Gerakan ini juga dikenal
dengan nama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF).
GAM dipimpin oleh Hasan di Tiro
yang sekarang bermukim di Swedia dan berkewarganegaraan Swedia. OPM->
Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah sebuah gerakan nasionalis yang didirikan
tahun 1965 yang bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan Papua bagian barat dari
pemerintahan Indonesia. Sebelum era reformasi, provinsi yang sekarang terdiri
atas Papua dan Papua Barat ini dipanggil dengan nama Irian Jaya. .
Pada tanggal 1 Juli 1971,
Nicolaas Jouwe dan dua komandan OPM yang lain, Seth Jafeth Raemkorem dan Jacob
Hendrik Prai menaikkan bendera Bintang Fajar dan memproklamasikan berdirinya
Republik Papua Barat. Namun republik ini berumur pendek karena segera ditumpas
oleh militer Indonesia dibawah perintah Presiden Soeharto.
Yang
melanggar sila ketiga yaitu ingin berpisahnya Papua dari Negara Kesatuan
Republik Indonesia jelas membuat kesatuan NKRI serta rasa persatuan dan
kesatuanya dapat terpecah dan menimbulkan pemberontakan yang sama dimana – mana
dengan agenda yang tentunya sama untuk memisahkan diri dari NKRI, lalu
keinginan melepaskan diri dari NKRI dengan latar belakang tertentu akan membuat
rasa cinta pada tanah air Indonesia luntur karena baginya tiada lagi kata
Indonesia, dan hal tersebut akan mengganggu kelancaran suatu bangsa untuk ikut
menopang ketertiban dunia.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan
a.
Menghormati dan menjunjung
tinggi setiap hasil keputusan musyawarah dan melaksanakannya dengan itikad baik
dan rasa tanggungjawab.
b.
Musyawarah dilakukan dengan
akal sehat dan hati nurani yang luhur, dengan mengutamakan kepentingan negara
dan masyarakat, serta tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
c.
Keputusan yang diambil harus
dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung
tinggi harkat dan martabat manusia, serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Bukti pelanggaran sila empat :
Penyelewengan
Hambalang
JAKARTA - Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) harus secara serius menanggapi hasil audit Badan
Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR terkait proyek pembangunan pusat
pelatihan dan pendidikan olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan telaah BAKN DPR, apa yang terjadi dalam proyek Hambalang sudah jelas ada penyelewengan dan bukan sekadar dugaan.
Berdasarkan telaah BAKN DPR, apa yang terjadi dalam proyek Hambalang sudah jelas ada penyelewengan dan bukan sekadar dugaan.
Telaah
audit investigasi Proyek Hambalang oleh BPK telah selesai dilakukan oleh Badan
Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.
BAKN DPR yang bertugas mendalami hasil laporan BPK tersebut menemukan bahwa ada penyelewengan wewenang yang dilakukan Menpora AAM (Andi Alfian Malarangeng), Menkeu ADWM (Agus Dermawan Wintarto Martowardojo), Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan RY (Rahmat Yasin) selaku Bupati Bogor.
Anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat mengatakan, institusi pimpinan Abraham Samad Cs itu harus serius menindaklanjuti kasus dugaan korupsi tersebut. Jika tidak, sama halnya KPK tidak menghargai kinerja legislatif.
"Saya kira itu harus direspons oleh KPK, karena BAKN adalah lembaga serius dalam mengaudit keuangan negara. Kalau KPK tidak meresponsnya dengan tidak serius sama dengan tidak mendengar suara DPR," kata Martin, kemarin.
Selain itu, lanjut Martin, kasus itu akan masuk angin jika KPK berlama-lama mengungkap tindak kejahatan korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga itu. "Kasus ini sudah terlalu lama sebenarnya, jika terlalu lama KPK menangani ini akan masuk angin. Padahal kasus ini sudah ditunggu-tunggu publik," tegas Martin.
Rekomendasi ini merupakan salah satu hasil rekomendasi dari BAKN ke pimpinan DPR setelah dilakukan telaah dari hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Meminta
DPR untuk mempergunakan hak bertanya kepada Pemerintah sehubungan terjadinya
penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan proyek," ujar
anggota BAKN Eva Kusuma Sundari dalam rilis resminya.
BAKN menyoal keraguan BPK yang masih menduga-duga adanya penyelewengan dalam proyek Hambalang. Karena menurut telaah BAKN, apa yang terjadi dalam proyek tersebut sudah jelas ada penyelewengan dan bukan sekadar dugaan.
"Kami menyoal keraguan BPK, semua masih diduga, tapi kita lihat itu sudah jelas melanggar dengan kerugian Rp.243,66 miliar," kata Eva.
BAKN melihat BPK masih merasa ragu AAM melakukan penyelewengan, dan diharapkan apa yag dilaporkan oleh BAKN bisa menjadi semacam penegasan. "AAM masih ragu-ragu (BPK). tapi poinnya sama, kami meminta BPK menuntaskan, apalagi soal aliran dana," tegas Eva.
Ketua BAKN Sumarjati Ardjoso menjelaskan dalam Undang-Undang tentang Keuangan Negara, Pengguna Anggaran (PA) adalah tugas seorang menteri yang mesti mengetahui apa yang dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Hal itulah yang menjadi penegasan bahwa AAM tidak mungkin tidak tahu apa yang dilakukan oleh WM selaku Sesmenpora."PA itu tugas menteri, tidak sebangun dengan KPA, tidak mungkin tidak tahu, itu melekat," jelas Sumarjati.
Untuk ADWM Menteri Keuangan, AR Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, DPH Direktur Anggaran II Kementerian Keuangan, S Kasubdit II E Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, RH Kasie II E-4 Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, dan AM Staf Seksi II E-4 Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, dianggap telah secara bersama-sama telah melakukan pelanggaran dalam menetapkan persetujuan kontrak tahun jamak.
BAKN menyoal keraguan BPK yang masih menduga-duga adanya penyelewengan dalam proyek Hambalang. Karena menurut telaah BAKN, apa yang terjadi dalam proyek tersebut sudah jelas ada penyelewengan dan bukan sekadar dugaan.
"Kami menyoal keraguan BPK, semua masih diduga, tapi kita lihat itu sudah jelas melanggar dengan kerugian Rp.243,66 miliar," kata Eva.
BAKN melihat BPK masih merasa ragu AAM melakukan penyelewengan, dan diharapkan apa yag dilaporkan oleh BAKN bisa menjadi semacam penegasan. "AAM masih ragu-ragu (BPK). tapi poinnya sama, kami meminta BPK menuntaskan, apalagi soal aliran dana," tegas Eva.
Ketua BAKN Sumarjati Ardjoso menjelaskan dalam Undang-Undang tentang Keuangan Negara, Pengguna Anggaran (PA) adalah tugas seorang menteri yang mesti mengetahui apa yang dilakukan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).
Hal itulah yang menjadi penegasan bahwa AAM tidak mungkin tidak tahu apa yang dilakukan oleh WM selaku Sesmenpora."PA itu tugas menteri, tidak sebangun dengan KPA, tidak mungkin tidak tahu, itu melekat," jelas Sumarjati.
Untuk ADWM Menteri Keuangan, AR Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, DPH Direktur Anggaran II Kementerian Keuangan, S Kasubdit II E Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, RH Kasie II E-4 Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, dan AM Staf Seksi II E-4 Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, dianggap telah secara bersama-sama telah melakukan pelanggaran dalam menetapkan persetujuan kontrak tahun jamak.
Diambil dari situs
Penyelewengan sila “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan Perwakilan” ialah terletak pada penyelewengan –
penyelewengan lembaga atau abdi Negara dalam hal ini berupa penyelewengan dana
untuk pembangunan pusat olahraga Hambalang yang tentunya mengakibatkan kerugian
Negara yang tidak sedikit. Hal itu melanggar tafsir sila 4 pancasila untuk
menjunjung tinggi nilai kebenaran dan keadilan.
5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
a. Bersikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara
hak dan kewajiban serta menghormati ha-hak orang lain.
b. Memupuk sikap suka memberi pertolongan kepada orang lain yang
membutuhkan agar dapat berdiri sendiri, tidak menggunakan hak milik untuk
pemerasan, pemborosan, bergaya hidup mewah dan perbuatan lain yang bertentangan
dan merugikan kepentingan umum.
c.
Memupuk sikap suka bekerja
keras dan menghargai karya orang lain yang bermanfaat, serta bersama-sama
mewujudkan kemajuan yang merata dan kesejahteraan bersama.
Bukti
pelanggaran sila ke lima :
Masalah Pokok Orang Desa Soal
Pendidikan
Sebagian besar orang desa
menganggap orang kota hidup lebih enak. Ekonomi, pendidikan, fasilitas, dan di
segala aspek mereka dianggap lebih maju. Begitu juga dengan orang Kota,
mengganggap orang dari desa hidup dengan segala keterbatasan, pendidikan
rendah, ekonomi lemah, tidak berdaya, miskin dan terbelakang. Itu memang
terjadi.
Jebakan Kemiskinan
Masyarakat di desa memang benar-benar dalam posisi
terjebak. Kemiskinan dan ketidak tahuan menjadikan mereka selalu di nilai terbelakang.
Kita sepakat, pendidikan adalah salah satu cara ampuh untuk keluar dari
kemiskinan. Ternyata untuk mengakses itu, orang-orang desa yang mayoritas
petani masih belum bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
Untuk masuk ke sebuah sekolah baru, SMA misalnya : Petani
harus menyiapkan uang pendaftaran hingga Rp. 500.000; belum termasuk uang
gedung, seragam, buku, sumbangan-sumbangan lain. Lagi-lagi kembali ke persoalan
‘Miskin’.
Akses pendidikan murah memang sudah ada, program Bantuan
Operasional Sekolah (BOS), Sesuai peraturan Mendiknas nomor 69 tahun 2009, Pemerintah memberikan Bantuan operasional kepada sekolah,
agar setiap sekolah membebaskan biaya pendidikan kepada siswanya.
Namun dalam praktiknya, sekolah masih saja memungut biaya
kepada muridnya. Biaya sumbangan contohnya. Bahkan tidak sedikit oknum
pelaksana pendidikan yang menggunakan dana tidak pada semestinya.
Indikator Yang Tidak Adil
Persoalan pendidikan bagi masyarakat desa tidak berhenti
disitu. Selama ini sistem yang sedang berjalan belum mempunyai indikator yang
jelas. Contoh kasusnya adalah : Ujian Nasional, untuk menentukan pintar dan
tidaknya sebagai persyaratan kelulusan hasil studi di sekolah, selama tiga
tahun, kelulusan siswa hanya di tentukan oleh Tiga mata pelajaran. Siswa dinyatakan
lulus dan mendapatkan ijazah setelah berhasil mengerjakan soal-soal mata
pelajaran UN. Padahal, kemampuan siswa sering di temukan di luar tiga mata
pelajaran tersebut.
Paradigma dan Kemandirian Masyarakat
Saat ini, dunia kerja mensyaratkan calon tenaga kerjanya
mempunyai Ijazah, Minimal D3 hingga S1. Syarat-syarat itu sebenarnya digunakan
sebagai standart kemampuan SDM untuk bekerja di sebuah instansi atau
perusahaan.
Syarat inilah yang akhirnya menjadi alat cetak pola fikir
masyarakat, sekolah agar mendapatkan ijazah, lalu bekerja. Bila perlu, sekolah
cepat agar segera mendapatkan ijazah lalu bekerja.
Sehingga masyarakat melupakan kemampuan dan bakat
sebenarnya yang ada di dalam setiap anaknya. Kondisi ini akan berakibat pada
kemandirian generasi. generasi Indonesia yang tercetak sebagai Buruh. Dan selamanya akan bergantung
pada orang lain.
Apatisme Dan Semangat Ingin Tau (Belajar)
Tahun 2012, persentase minat membaca masyarakat sangat
rendah, hanya berkisar 0,01%. Itu artinya dari 1000 orang Indonesia, hanya 1
orang yang mau membaca . Angka tersebut cukup
fantastis. Rasa keingin tahuan masyarakat Indonesia jauh sangat rendah.
Diunggah dari situs
http://edukasi.kompasiana.com/2012/06/06/masalah-pokok-orang-desa-soal-pendidikan/
Pelanggaran yang melanggar sila
kelima Pancasila yang mendasar yaitu tidak adanya keadilan antara apa yang bisa
kita lakukan dan kita dapatkan di kota dan didesa. Contoh paling mudah yang
menjadi masalah bangsa ini ialah pendidikan itu sendiri, dikota mudah kita
mencari sumber pendidikan, tenaga pendidik maupun fasilitas pendidik yang
berkompeten dan menunjang untuk kemajuan anak didiknya, didesa sulit kita dapatkan sekolah dengan fasilitas
memadai, guru berkompeten dan sumber pendidikan yang banyak, realitanya
sekarang nilai 90 yang didapatkan oleh anak yang bersekolah didesa dengan nilai
90 yang didapatkan anak yang bersekolah dikota sudah berbeda, dari itu saja
kita dapat menyimpulkan bahwa orang desa dianggap terbelakang dan tetap
terbelakang dengan semua keterbatasannya. Belum lagi kendala pendidikan yang
berimbas pada kemiskinan karena indikator pekerjaan sekarang yang memandang
tinggi pada orang yang berijazah tinggi, membuat mereka yang tidak mempunyai
ijazah akan bermata pencaharian rendah dengan gaji yang rendah pula. Indikator
yang tak adil menggunakan 3 mata pelajaran sebagai penentu untuk melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, padahal potensi minat dan bakat siswa
bias saja diluar ketiga mata pelajaran tersebut, belum lagi sistim pendidikan
kita yang menjebak dan mengarahkan pada system liberal. Selain itu rasa keingin
tahuan masyarakat yang rendah, karena pendidikan mereka yang rendah, menjebak
mereka pada kemiskinan, membuat pola pikir mereka pendek, hanya menyangkut apa
yang akan mereka makan hari ini, apa yang akan mereka makan besok dan
apa/berapa yang akan mereka dapat hari ini bukan pola pikir panjang seperti
masa depan seperti apa yang ingin mereka raih.